Kamis, 23 Juli 2026

Dewa Arak 93 Perawan Buronan

Dewa Arak 93 Perawan Buronan

Cersil Dewa Arak 93 Perawan Buronan

Baca Online Dewa Arak 93 Perawan Buronan

Intrik Istana Kamulan dan Misteri Kujang Emas

Hari ini sungguh berbeda dengan hari-hari biasanya. Suasana di Kerajaan Kamulan terlihat sangat ramai. Hiasan dan umbul-umbul dipasang di sepanjang jalan di sekitar lingkungan istana. Di setiap sudut kota pun terpancang berbagai hiasan yang menyemaraki suasana. Keadaan di istana jauh lebih meriah lagi. Tampak di alun-alun yang luas dan ditumbuhi pohon beringin raksasa, rakyat sedang berkumpul untuk menyaksikan peristiwa yang jarang terjadi: Raja Kamulan hendak memilih salah satu dari sekian banyak putranya untuk menjadi pewaris tahta kerajaan!

"Para hadirin sekalian...! Hari ini Yang Mulia Gusti Prabu Suwandana berkenan mengadakan acara untuk memilih Pangeran Putra Mahkota. Kujang Emas yang akan menentukan siapa di antara ketiga pangeran itu untuk menggantikan Gusti Prabu!"

— Eyang Cakra (Penasihat Gaib Kerajaan)

Dari salah satu bangunan di dekat bangsal agung, seorang gadis melangkah perlahan-lahan mengikuti alunan musik degung. Gadis cantik berusia sembilan belas tahun dengan tahi lalat di pipi kirinya itu membawa sebuah baki emas berisi Kujang Emas. Namun, petaka dahsyat terjadi ketika Pangeran Rajamala—pangeran tertua—mencoba meraih pusaka tersebut. Pekik kesakitan terdengar menyayat hati! Dari telapak tangannya mengepul asap hitam pekat, dan seketika sang pangeran ambruk tak bernyawa dengan wajah kehijauan akibat racun ganas.


Pelarian Rahasti dan Pertemuan dengan Sosok Misterius

Di tempat lain, seorang gadis berpakaian ringkas warna kuning memacu kudanya bagai dikejar setan di sepanjang aliran Sungai Citarum. Gadis bernama Rahasti itu berhasil membawa kabur pusaka yang menggemparkan kerajaan.

"Apabila telah memasuki hutan itu, tak akan sulit bagiku untuk menyembunyikan diri. Dan berkat pusaka ini, aku akan menjadi seorang wanita yang sakti. Rahasti, dunia akan berada di tanganku!" batinnya penuh ambisi.

Namun, perjalanannya terhalang oleh alunan musik bonang yang aneh dan menyesatkan. Di tengah hutan, ia berhadapan dengan Kakek Sampang—seorang kakek berkepala besar yang keluar dari gundukan tanah kuburan. Pertarungan sengit antara rantai berujung bola berduri milik Rahasti dan dentuman bonang sakti Sampang tidak dapat terelakkan, hingga sosok pemuda tampan berambut putih keperakan datang menengahi: Arya Buana alias Dewa Arak.

Jika Anda menyukai kisah pertarungan silat berlatar sejarah dan intrik kerajaan seperti kisah ini, Anda juga wajib membaca ulasan epik lainnya tentang petualangan tokoh silat legendaris dalam kisah Pendekar Patung Emas Qing Hong yang tidak kalah menegangkan.


Bencana di Kediaman Patih Singabarong

Sementara itu, kegelapan malam menyelimuti kediaman Patih Singabarong. Rati Hinggil, putri sang Patih, merasakan gelisah luar biasa setelah ibunya, Sumbadra, menceritakan firasat buruk lewat mimpi-mimpinya. Firasat itu menjadi kenyataan ketika belasan sosok bergaun hitam menyerbu dan membantai seluruh isi rumah!

Buka Detail: Pertarungan Rati Hinggil Mempertahankan Diri

Rati Hinggil bertarung dengan gigih melumpuhkan penyerang-penyerangnya menggunakan ilmu silat tinggi. Namun, kekuatan pemimpin gerombolan—seorang lelaki kecil kurus bermata hijau menyala—terlalu tangguh. Ibunda Rati Hinggil tewas di tangan para penceroboh. Beruntung, Arya Buana datang tepat waktu untuk menyelamatkan Rati Hinggil dari tebasan golok maut.

Kebenaran akhirnya terkuak saat Dewa Arak berhasil menyingkap selubung hitam sang pimpinan: dialah Eyang Cakra, dalang di balik kekacauan, penculikan para pemuda-pemudi, dan pembunuhan Pangeran Rajamala serta Pangeran Samudra!

Status Cerita: Episode Perawan Buronan - Lengkap
Disqus Comments