Kilat Pedang Membela Cinta Kho Ping Hoo
Cerita Silat Kilat Pedang Membela Cinta Kho Ping Hoo
Baca Online Kilat Pedang Membela Cinta Kho Ping Hoo
Kisah Cinta dan Prahara di Akhir Perang Paregreg
Ketika pasukan Majapahit menyerbu Lumajang, keadaan di Kotaraja kacau balau tidak karuan. Keamanan menjadi tidak terjamin lagi dan kesempatan ini dipergunakan oleh para penjahat untuk bangkit melakukan kejahatan selagi negara dalam keadaan kacau. Darmini berada di dalam rumah seorang diri karena para pelayan sudah melarikan diri, sementara Ki Demang Bragolo ikut membela Lumajang.
Pada saat itulah, tiga orang laki-laki jahat menyerbu Kademangan dan menangkap Darmini. Meskipun ia menjerit dan meronta, penjahat bertubuh tinggi besar dan bermuka hitam itu memondongnya dan membawanya lari ke sebuah gubuk kosong di ujung alun-alun. Di tengah ketakutan yang mencekam saat pakaiannya mulai digerayangi, tiba-tiba pintu gubuk itu jebol ditendang dari luar.
Dua orang pemuda berbangsa Cina berdiri di ambang pintu. Mereka adalah Ong Cun dan adik seperguruannya, Kwee Lok, yang merupakan bagian dari rombongan Laksamana The Ho. Dengan keahlian bela diri yang luar biasa, Ong Cun menghadapi tiga pengeroyok bersenjata itu dengan tangan kosong. Gerakannya gesit bagaikan burung menyambar, membuat para penjahat jatuh bangun hingga akhirnya melarikan diri ke dalam kegelapan malam. Pertemuan dramatis inilah yang menjadi awal mula jalinan cinta kasih yang mendalam antara Darmini dan Ong Cun.