Kamis, 09 Juli 2026

Nona Berbunga Hijau Kho Ping Hoo

Nona Berbunga Hijau -- Kho Ping Hoo

Baca Online Nona Berbunga Hijau -- Kho Ping Hoo

Cersil Nona Berbunga Hijau -- Kho Ping Hoo

Bergabunglah dengan komunitas pencinta cersil di Facebook Group Nona Berbaju Hijau untuk berdiskusi, berbagi koleksi, dan mendapatkan pembaruan info cerita silat klasik terlengkap lainnya.

Sinopsis Kisah Nona Berbaju Hijau (Kunlun Hiap Kek)

Pegunungan Himalaya memanjang tanpa batas. Puncak-puncaknyamenzujulang tinggi menyambung bumi dengan langit. Puncak-puncak yang putih tertutup salju, tak pernah tampak, ditelan awan. Kokoh kuat tak pernah goyah diterjang awan setiap saat. Dilihat dari jauh seperti naga raksasa tengah tidur bertapa. Belum pernah ada kaki manusia dapat menjelajah puncak-puncak yang tersembunyi dibalik awan. Jangankan manusia, malah segala macam burung yang bersayap sekalipun tidak kuat terbang sampai ke puncak-puncak itu.

Daerah propinsi Tibet memang merupakan daerah pegunungan, dimana-mana hanya pegunungan dan tanah tinggi. Di sebelah selatan dan barat terbaris Pegunungan Himalaya dengan puncak-puncak pegunungan Kun-lun dan di sebelah timur menghadang pegunungan Tangla. Dikepung gunung-gunung raksasa ini, Tibet merupakan daerah terpencil, terasing dari dunia luar menjadi daerah yang penuh rahasia dan kegaiban. Di mana-mana tampak salju keputihan kalau kita melihat daerah ini dari angkasa.

Hanya di sana-sini ada kelompok batu-batu, hutan-hutan kecil yang hanya ditumbuhi pohon-pohon yang tahan dingin, kalau boleh bicara tentang tanah subur, agaknya hanya disepanjang sungai Yalu-cangpo saja yang merupakan lembah yang mengandung tanah subur. Di sinilah tempat orang-orang Tibet bercocok tanam, bertani. Di sini pula banyak orang yang tinggal. Nikmati kelanjutan petualangan yang mendebarkan penuh dengan intrik dunia persilatan, kehormatan, dan rahasia besar pegunungan sunyi dalam serial klasik legendaris ini.

Link Baca Resmi Per Episode

Gunakan tautan resmi di bawah ini untuk langsung membaca kelanjutan cerita di halaman Facebook:

Disqus Comments