Pecut Sakti Bajrakirana -- Kho Ping Hoo
Baca Online Pecut Sakti Bajrakirana -- Kho Ping Hoo
Cersil Pecut Sakti Bajrakirana -- Kho Ping Hoo
Bergabung dengan Komunitas Pembaca: Grup Facebook Resmi
Sinopsis & Cuplikan Kisah Pembuka:
Malam Jumat kliwon yang gelap pekat dan menyeramkan dalam tahun 1613 dilereng Gunung Kawi yang sunyi sepi itu suasananya demikian angker dan menyeramkan. Sebuah pondok kayu yang berdiri di lereng sebelah timur tampak sunyi diselimuti malam. Hanya sebuah lampu gantung kecil menerangi depan pondok, sinarnya yang lemah menimbulkan bayang-bayang besar dan menakutkan, menjadikan rupa-rupa bentuk yang mengerikan. Pohon-pohon besar di sekitarnya yang tersapu angin malam tampak seolah-olah menjadi hidup dan bergerak-gerak.
Di dalam pondok kayu itu pun suasananya sepi sekali seolah pondok itu tidak ada penghuninya. Padahal penghuni pondok itu sedang duduk bersila di atas pembaringannya. Seorang laki-laki berusia enam puluh lima tahun, rambutnya yang sudah hampir putih semua itu digelung ke atas dan diikat kain berwarna kuning. Jubahnya seperti jubah pendeta yang berwarna putih dan hanya merupakan pakaian yang amat sederhana. Wajahnya masih tampak segar seperti wajah seorang muda saja, terutama sekali sepasang matanya yang lembut itu kadang mengeluarkan cahaya mencorong, menandakan bahwa dia seorang pendeta atau pertapa yang memiliki kesaktian dan tenaga dalam yang amat kuat. Dialah Bhagawan Sidik Paningal, bersama murid setianya yang bernama Sutejo, seorang pemuda berusia dua puluh dua tahun yang bertubuh tinggi tegap.
Malam itu, ketenangan mereka terusik oleh sebuah serangan rahasia yang datang secara gaib. Sutejo merasakan batinnya terkacau oleh suatu tenaga mistis. Sang Guru dengan sigap memerintahkan muridnya untuk menyiapkan sepiring air jernih dan segera mengerahkan aji kekebalan batin. Di tengah keheningan malam yang diselimuti bau kemenyan menyengat, tiba-tiba jarum dan paku berserakan jatuh ke dalam piring, pertanda hantaman ilmu hitam santet yang dilancarkan secara licik berhasil dipatahkan oleh keampuhan Aji Kawoco yang mereka miliki.