Sabtu, 11 Juli 2026

Tiga Naga Dari Angkasa — Kho Ping Hoo

Tiga Naga Dari Angkasa — Kho Ping Hoo

Selamat datang di halaman Baca Online Tiga Naga Dari Angkasa karya legendaris Kho Ping Hoo. Nikmati suguhan eksklusif Cerita Silat (Cersil) klasik berkualitas tinggi ini secara lengkap.

Sinopsis & Cuplikan Cerita: Jilid 01 - Perang!!!

Perang!!! Kata-kata ini, diucapkan dalam bahasa apa pun, merupakan kutukan hebat bagi setiap bangsa, merupakan bencana yang paling mengerikan bagi setiap manusia. Siapakah orangnya yang tidak membenci perang? Biarpun ada orang yang tidak mengkhawatirkan keselamatan sendiri dalam perang, setidaknya ia akan merasa ngeri apabila mengingat bahwa perang dapat membinasakan seluruh harta bendanya, seluruh keluarganya, isteri, anak, handai taulan, dan orang yang paling dicintainya di dunia ini.

Bunuh-membunuh antara manusia, kekacauan, pengkhianatan, kekejaman, adalah perbuatan yang tak patut dilakukan oleh manusia yang berakal budi dan yang menganggap dirinya sebagai makhluk semulia-mulianya di permukaan bumi ini. Perang diliputi oleh nafsu merusak semata, nafsu membunuh dan membinasakan yang hidup dan yang indah. Semata-mata terdorong oleh nafsu ingin menang, sebuah kemenangan yang hampa!

Memang, perang adalah kutukan dan bencana bagi setiap manusia, dan pada umumnya perang dibenci oleh rakyat semenjak zaman dahulu sehingga sekarang. Sejarah mencatat Tiongkok semenjak dahulu selalu dilanda perang yang tak lain menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan pada rakyat. Pada sekitar tahun 755, selama kurang lebih delapan tahun di waktu Kaisar Hian Cong menjadi raja, rakyat telah menderita karena timbulnya perang yang tiada hentinya.

Kaisar mengangkat seorang Tartar bernama An Lu San menjadi seorang panglima besar yang diberi kekuasaan penuh di Hopei. Akan tetapi, panglima ini setelah memiliki kekuasaan besar dan mengepalai banyak tentara, lalu memberontak, memimpin lima belas laksa tentara memukul dan menyerbu ke arah selatan. Kaisar terpaksa lari mengungsi ke Secuan karena tentaranya tak dapat menahan serbuan ini. Akhirnya berkat perlawanan rakyat jualah maka pemberontak itu dapat dipukul mundur, padahal ketika terjadi perang, rakyat pula yang harus menderita.

Disqus Comments