Dewa Arak 16 Pewaris Ilmu Tokoh Sesat
Cersil Dewa Arak 16 Pewaris Ilmu Tokoh Sesat
Brakkk...! Terdengar suara berderak keras, ketika sepasang tangan kokoh seorang laki-laki bertubuh tinggi kurus berompi kuning, menghantam daun pintu gerbang Perguruan Kumbang Merah. Kontan, daun pintu itu hancur berkeping-keping mengeluarkan suara hiruk pikuk. Padahal daun pintu gerbang itu terbuat dari kayu jati yang keras dan tebal.
Suara ribut-ribut itu tentu saja membuat murid-murid Perguruan Kumbang Merah berlarian menuju ke arah asal suara. Apalagi murid-murid yang mendapat tugas jaga. Merekalah yang tahu lebih dahulu, dan buru-buru melesat ke arah pintu gerbang.
"Siapa kau?!" Tanya salah seorang murid yang bertubuh pendek gemuk bernada kasar. Laki-laki inilah yang bertugas sebagai kepala jaga hari itu. Ditatapnya wajah orang yang berdiri di hadapannya. Seorang laki-laki berusia dua puluh lima tahun. Berwajah meruncing ke depan, dengan bola mata yang selalu berputar liar. Di tangan kanannya tergenggam sebuah trisula. "He he he...!" Hanya suara tawa terkekeh saja yang menyahuti pertanyaan murid bertubuh pendek gemuk itu.