Dewa Arak 17 Keris Peminum Darah
Cersil Dewa Arak 17 Keris Peminum Darah
Hari sudah agak siang. Sinar sang surya begitu terik, menyengat kulit. Namun semua itu tidak dipedulikan oleh dua sosok tubuh yang melangkah bergegas memasuki hutan. Dua sosok yang ternyata dua orang lelaki itu melangkah gesit, dan bersikap penuh tanggap. Jelas kalau mereka tidak asing lagi dengan ilmu silat.
"Masih jauhkah gua itu, Rakapitu?" Tanya orang yang wajahnya penuh tahi lalat. Orang yang dipanggil Rakapitu segera mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia adalah seorang laki-laki bertubuh tinggi besar, kekar dan berotot. Tapi, kepalanya kecil, sehingga kelihatan lucu sekali.
"Rasanya tidak jauh lagi, Gibang," Sahut Rakapitu. Tapi, nada suaranya terdengar mengambang. Jelas kalau dia merasa bimbang akan jawabannya sendiri. "Heh...?! Jadi kau sendiri tidak tahu tempatnya, Rakapitu?" Gibang terperanjat dengan dahi berkerut dalam.