Senin, 20 Juli 2026

Dewa Arak 85 Golok Kilat

Dewa Arak 85 Golok Kilat

Cersil Dewa Arak 85 Golok Kilat

Baca Online Dewa Arak 85 Golok Kilat

GOLOK KILAT. Oleh Aji Saka. Cetakan pertama. Penerbit Cintamedia, Jakarta. Serial Dewa Arak Dalam episode Golok Kilat.

Seorang pemuda kekar terbungkus pakaian merah dengan ikat kepala juga berwarna merah duduk di atas sebongkah batu karang yang berada di pantai Teluk Menjangan. Kedua kakinya menjuntai ke permukaan laut. Sehingga setiap kali ombak datang, sepasang kakinya terhantam air. Namun, semua itu tidak dipedulikannya, sikapnya tetap tenang dengan mata tajam berkilat menatap jauh ke tengah laut.

Pertemuan di Pantai Teluk Menjangan

Dengan pandangan yang tidak beralih sedikit pun, pemuda itu menggerakkan tangannya, menyapu permukaan bongkahan karang yang didudukinya. Gerakan tangan itu terhenti, ketika menyentuh bagian karang yang menonjol. Kemudian dengan gerak pelan, jari-jari tangannya mengepal. Broll...! Tonjolan batu karang yang keras itu tanggal.

Pemuda berpakaian merah ini membawanya ke depan dada. Sekilas batu itu diperhatikan, lalu dilemparkannya ke atas. Pada saat yang sama, pemuda ini menggerak-gerakkan tangannya di atas kepala seperti orang tengah memainkan pedang. Wuk! Wuk! Terdengar bunyi menderu tajam. Dan begitu potongan karang jatuh kembali tepat di atas paha kanannya, telah menjadi beberapa potongan! Seakan-akan telah dibabat pedang pusaka yang amat tajam.

Di tengah laut terlihat satu sosok seperti tengah melesat di atas permukaan air yang bergelombang. Semakin dekat semakin jelas kalau sosok yang melesat di tengah laut itu adalah seorang lelaki berusia sekitar enam puluh tahun. Walaupun sudah dimakan usia, tubuhnya masih terlihat kokoh kuat. Dan yang lebih menarik perhatian, sebelah matanya tertutup kain hitam.

Lelaki tua bertubuh kekar ini sedikit berkerut wajahnya ketika melihat seorang pemuda berpakaian merah di tepi pantai. Keberadaan pemuda ini dengan sikap seperti itu, telah menimbulkan perasaan curiga di hatinya.

"Namaku Lingga. Hm... Apakah kau masih kepingin hidup lebih lama lagi?!" Gumam pemuda yang mengaku bernama Lingga.

Cerita berlanjut dengan ketegangan tinggi saat Lingga menuntut Golok Kilat dari si pemilik mata satu, Singa Laut. Pertarungan yang tersaji bukanlah sekadar adu fisik, melainkan adu kedigdayaan tenaga dalam tingkat tinggi yang mampu menggetarkan alam sekitarnya.

...[Cerita berlanjut dengan intensitas tinggi mengenai pertarungan Raja Golok Bertangan Baja melawan si Golok Emas, dan intervensi tak terduga dari Lingga yang membuat suasana semakin mencekam. Kekuatan Lingga yang mampu menundukkan para datuk dunia hitam tanpa banyak bergerak menunjukkan tingkat ilmu yang sangat luar biasa]...


Informasi Terkait

Untuk diskusi lebih lanjut mengenai episode ini, silakan bergabung dengan komunitas kami:

Klik di sini untuk bergabung ke Grup Facebook Dewa Arak

Disqus Comments