Sabtu, 25 Juli 2026

Pendekar Kelana Sakti 07 Setan Gila Dari Lereng Ungaran

Pendekar Kelana Sakti 07 Setan Gila Dari Lereng Ungaran

Cersil Pendekar Kelana Sakti 07 Setan Gila Dari Lereng Ungaran

Baca Online Pendekar Kelana Sakti 07 Setan Gila Dari Lereng Ungaran


Ilustrasi Sampul Restorasi Digital: Setan Gila Dari Lereng Ungaran

Daftar Episode & Koleksi Cersil Terkait

Ikuti kelanjutan episode lengkap Cersil Pendekar Kelana Sakti Episode 07 langsung melalui tautan grup baca resmi Facebook di bawah ini:

Bergabunglah bersama komunitas pembaca cerita silat klasik lainnya di Grup Komunitas FB Cerita Silat Online.

Rekomendasi Cersil Pilihan: Untuk menambah koleksi bacaan petualangan rimba persilatan Anda, simak juga kisah legendaris petualangan Sepasang Pendekar Daerah Perbatasan yang penuh intrik dan pertempuran jurus sakti.

Sifat Cerita: Cerita ini adalah fiktif. Persamaan nama, tempat, dan ide hanya kebetulan belaka.

Judul Serial: SETAN GILA DARI LERENG UNGARAN (Serial Pendekar Kelana Sakti)
Karya/Oleh: Buce L. Hadi
Penerbit: © Penerbit Mutiara, Jakarta (Cetakan Pertama, 1991)
Setting Oleh: Trias Typesetting

Dilarang mengutip atau memproduksi dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit. Hak Cipta ada pada Penerbit.

Sajian Cuplikan Eksklusif Cersil: Misteri Tumbal Ilmu Gelugut Manik

Gunung mau meledak! Langit mau runtuh! Biar saja bumi retak! Apa betul padang pasir ini tiada batasnya?...

Celoteh Umbara Komang nyaring memecah kesunyian padang pasir. Ia duduk menunggangi kudanya yang berjalan tenang, mengarungi hamparan pasir yang membentang tanpa batas. Sejauh mata memandang, Umbara Komang tidak melihat apa-apa kecuali bukit-bukit berdiri samar di kejauhan bawah terik matahari.

"Kiamat sekalipun aku tidak gentar!" suaranya makin parau terdengar manakala debu dan pasir mulai melengket pada kulitnya. Perjalanannya mengarungi padang pasir yang sangat luas itu bagaikan sebatang jarum yang terkatung-katung di dasar lautan.

Lelaki berpenyakit senewen ini sudah tidak ingat apa yang telah terjadi sebelumnya. Yang ia rasakan hanyalah rasa sakit serta nyeri di sekujur tubuhnya. Padahal beberapa jam yang lalu Umbara Komang ikut bertempur membantu orang-orang kerajaan bersama seorang pendekar berilmu tinggi bernama Wintara (Pendekar Kelana Sakti) melumpuhkan tokoh kosen golongan hitam (sebagaimana diceritakan dalam episode Bidadari Kuil Neraka).

Mendadak, badai pusaran angin berwarna hitam kecoklatan menerjang ganas! Tubuh Umbara Komang beserta kudanya tersedot tinggi ke udara, berputar-putar melayang sebelum akhirnya diterbangkan jauh dan jatuh menerobos rimbunnya dedaunan di sebuah lembah hijau di kaki Lereng Ungaran. Kuda yang ditungganginya tewas mengerikan dengan tulang punggung patah, sementara Umbara Komang tersangkut lemas di atas cabang pohon raksasa.

Catatan Rimba Persilatan:

Suku pedalaman Bajor yang dipimpin oleh Rowok Tunggel menemukan Umbara Komang dan membawanya turun untuk diselamatkan melalui Upacara Penyembuhan mistis menggunakan baluran daun jarak dan darah anjing hutan. Kesaktian alami Umbara Komang yang tak disengaja membuat warga suku mengangkatnya menjadi ketua baru setelah ia berhasil menumpas singa buas dengan tangan kosong.

Kehadiran Pendekar Kelana Sakti di Desa Teror

Di tempat terpisah, Wintara sang Pendekar Kelana Sakti menunggangi kuda putihnya memasuki sebuah desa di kawasan perbukitan. Namun, kehadiran pendekar muda bertubuh kekar ini justru disambut ketakutan luar biasa oleh para penduduk. Pintu-pintu gubuk bambu ditutup rapat, dan suasana berubah menjadi sepi mencekam bagai desa mati.

Hanya seorang bocah kecil bernama Dwi Langsih dan nenek butanya, Ni Klesung Rangit, yang menerima kehadiran Wintara dengan tulus setelah Wintara membantu menyalakan lampu cempor di gubuk mereka dan menepis kesalahpahaman Kang Birun yang kalap menyerang.

Dari penuturan Ni Klesung Rangit, terungkaplah rahasia kelam yang menyelimuti desa tersebut. Sebuah teror siluman misterius telah memangsa tujuh orang warga secara berturut-turut. Setiap korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kehabisan darah segar dengan batok kepala berlubang sebesar telapak tangan!

Ketika Kang Birun ditemukan tewas mengenaskan di depan pintu gubuk pada keesokan harinya, Kepala Kampung Ki Sangga Wana mengamuk dan menuduh Wintara sebagai pelaku pembunuhan berdarah dingin tersebut. Pertarungan sengit antara keris perak Ki Sangga Wana dan ketangkasan olah kanuragan Wintara tak terelakkan. Meskipun Ki Sangga Wana berhasil dirobohkan, Wintara memilih mengalah secara bijak dan berpura-pura pergi meninggalkan desa demi memancing kemunculan pelaku berdarah dingin yang sebenarnya.

Puncak Bentrokan di Malam Mencekam

Malam harinya, warga desa yang bersiap melakukan ronda malam kembali dilanda kepanikan dahsyat. Mardun, salah seorang warga peronda, mendadak disergap oleh sosok bertubuh kurus kering berkulit hitam legam dengan rambut putih kapas. Dengan kejam, cakar legam makhluk tersebut meremukkan batok kepala Mardun dan menyedot habis darah serta isinya hingga menjadi korban kedelapan.

Suasana makin kacau tatkala Umbara Komang yang berlari dikejar Rowok Tunggel dan rombongan Suku Bajor tiba-tiba masuk ke dalam desa. Warga desa yang panik langsung mengepung mereka. Terjadilah bentrokan salah paham skala besar di mana Umbara Komang dengan jurus-jurus aneh tapi saktinya menghempaskan puluhan pengeroyok hingga tulang-tulang mereka terkilir.

Di saat krisis perang saudara nyaris pecah akibat hujan anak panah Suku Bajor, bayangan Wintara melesat di udara menyambar batang-batang anak panah secara cepat bagaikan kilat!

Pertemuan Dua Pendekar:
"Dewa!" teriak Umbara Komang girang saat melihat Wintara.
"Ha ha ha... Dunia betul-betul sempit. Dalam keadaan seperti ini pun kita bisa ketemu lagi!" sambut Wintara seraya memeluk sahabat senewennya yang ternyata masih selamat dari badai pasir.

Akar Kejahatan: Rahasia Ilmu Gelugut Manik

Melihat jasad Mardun yang diusung warga, Rowok Tunggel melangkah mendekat dengan mata terbeliak. Pengetahuan suku pedalamannya membuka tabir kegelapan yang selama ini menjadi teka-teki misterius bagi warga kampung dan Ki Sangga Wana.

Rowok Tunggel menjelaskan dengan tegas bahwa teror tersebut bukanlah ulah bangsa siluman atau jin ghaib, melainkan perbuatan seorang manusia pembunuh yang sedang menyempurnakan ajian langka tingkat tinggi milik Suku Pedalaman Bangsa Bajor yang dinamakan Ilmu Gelugut Manik.

"Orang itu membutuhkan total 12 nyawa manusia!" pangkas Rowok Tunggel. Dengan jatuhnya 8 korban tewas, pelaku masih memburu 4 nyawa tambahan lagi untuk menuntaskan ilmu hitam penembus raga tersebut.

Mampukah Wintara sang Pendekar Kelana Sakti bersama Umbara Komang dan Rowok Tunggel membongkar dalang sejati di balik ajian Gelugut Manik sebelum empat nyawa warga desa lainnya melayang menjadi korban tumbal? Simak kisah pertempuran selengkapnya melalui episode-episode pilihan yang tersedia di atas!

Disqus Comments