Dewa Arak 36 Tokoh Dari Masa Silam
Cersil Dewa Arak 36 Tokoh Dari Masa Silam
Baca Online Dewa Arak 36 Tokoh Dari Masa Silam
Suasana rimba persilatan kembali memanas ketika Arya Buana alias Dewa Arak berusaha mengungkap tabir gelap di balik misteri barang kiriman Perguruan Harimau Terbang[cite: 851, 853]. Banyak tokoh persilatan dari berbagai aliran hitam dan tingkatan yang mencoba merampas peti misterius tersebut karena menduga isinya adalah benda pusaka yang sangat berharga[cite: 915, 922]. Namun, kejutan besar menanti mereka saat rahasia itu perlahan-lahan mulai tersingkap[cite: 936].
Ki Sancaka mengangguk-anggukkan kepala[cite: 920]. "Baru saja aku dan Ki Waringin memperbincangkan masalah itu, Arya[cite: 921]. Jadi, kau rupanya tertarik untuk mengungkap rahasia barang kiriman itu?" [cite: 922] Dewa Arak menyahut tenang, "Aku hanya merasa heran karena banyaknya tokoh persilatan dari berbagai aliran hitam dan tingkatan yang mencoba merampas barang itu[cite: 922]. Yang menjadi pertanyaan bagiku, apa sebenarnya jenis barang itu sehingga membuat geger rimba persilatan." [cite: 922] "Jadi..., kau belum tahu bentuk barang kiriman itu, Arya?" [cite: 922] Ada nada keheranan dalam suara kakek berpakaian coklat itu[cite: 922]. Dan memang, dia tidak menyangka kalau Dewa Arak belum mengetahuinya[cite: 922].
"Benar, Ki," jawab Arya jujur[cite: 922]. "Justru karena ingin tahulah aku mengajak Sangga Juwana kemari[cite: 922]. Apa kau tahu, benda apa yang dikawal Sangga Juwana dan rekan-rekannya itu, Ki?" [cite: 922] "Kalau secara pasti, aku juga tidak tahu, Arya," jawab Ki Sancaka terus terang[cite: 923]. "Tapi menurut kabar yang tersiar, barang kawalan itu adalah sebuah kepala manusia." [cite: 923] "Kepala manusia, Ki? Lalu, mengapa sampai membuat dunia persilatan gempar?" tanya Arya, tanpa menyembunyikan perasaan heran[cite: 923, 924]. "Karena kepala itu bukan sembarang kepala, Arya," jelas Ketua Perguruan Naga Laut itu[cite: 924].
Suasana menjadi hening ketika Ki Sancaka menyelesaikan ceritanya[cite: 925]. Masing-masing orang telah tenggelam dalam alun pikiran yang menerawang jauh[cite: 868, 925]. "Sekarang satu persoalan telah berhasil ditemukan jawabannya[cite: 926]. Yakni, teka-teki mengenai barang kiriman itu," kata Arya setelah beberapa saat lamanya termenung[cite: 926]. "Sekarang tinggal dua masalah lagi [cite: 926]." "Apa itu, Arya?" tanya Ki Waringin, angkat bicara[cite: 927]. "Orang yang telah menyebarkan berita mengenai barang kiriman. Dan, untuk apa barang kiriman itu?" jelas Arya[cite: 927, 928].
"Aku tidak setuju dengan pendapatmu, Arya," selak Ki Sancaka cepat[cite: 928]. "Kalau menurutku, belum ada satu pun masalah yang terpecahkan. Semuanya masih gelap!" [cite: 929] Arya terkejut mendengar ucapan Ketua Perguruan Naga Laut itu[cite: 930]. Sedangkan Ki Sancaka tahu perasaan yang tengah berkecamuk dalam hati Dewa Arak[cite: 931]. "Barang yang dikawal Sangga Juwana dan kawan-kawannya belum tentu kepala manusia[cite: 932]. Bahkan kalau boleh kutebak, tengkorak itu adalah tengkorak kepala monyet besar. Sejenis orang hutan!" [cite: 933] Usai berkata demikian, Ki Sancaka menudingkan telunjuknya ke arah kepala orang hutan yang tergeletak di tanah[cite: 934]. Mengetahui kenyataan ini, Sangga Juwana jadi bingung sendiri dengan kepalsuan kabar yang beredar luas di dunia persilatan[cite: 942].
Bagi Anda para penggemar setia cerita silat klasik, sebelum melanjutkan ke episode ke-36 ini, pastikan Anda juga sudah mengikuti babak pembuka yang tak kalah seru dengan membaca kisah petualangan menarik di serial ceritera silat Dewa Arak 29 Ilmu Halimun secara online dan lengkap.
Untuk kenyamanan membaca, Anda dapat mengikuti pembaruan bab demi bab dan berdiskusi bersama komunitas pecinta cersil nusantara melalui tautan resmi di bawah ini:
- Gabung Komunitas Penggemar: Grup Facebook Penggemar Cerita Silat Nusantara
- Kisah Pembuka: Eps 1 Tokoh Dari Masa Silam
- Kelanjutan Cerita: Eps 2 Tokoh Dari Masa Silam
- Konflik Memuncak: Eps 3 Tokoh Dari Masa Silam
- Pertarungan Sengit: Eps 4 Tokoh Dari Masa Silam