Senin, 13 Juli 2026

Dewa Arak 38 Neraka Untuk Sang Pendekar

Dewa Arak 38 Neraka Untuk Sang Pendekar

Cersil Dewa Arak 38 Neraka Untuk Sang Pendekar

Baca Online Dewa Arak 38 Neraka Untuk Sang Pendekar

Bergabung dengan komunitas penggemar: Grup Facebook Dewa Arak

Eps 1 Neraka Untuk Sang Pendekar

Sebelum membaca bab ini, pastikan Anda sudah mengikuti kisah menegangkan sebelumnya di Dewa Arak 31: Perkawinan Berdarah yang menjadi awal mula ketegangan konflik persilatan ini.

Malam telah larut. Bahkan sudah mendekati dini hari. Tapi seorang pemuda tampan berambut keperakan dan seorang laki-laki setengah baya berpakaian indah, masih memeriksa bangunan demi bangunan di dalam lingkungan Istana Kadipaten Blambang.

"Hhh...!" Sambil melangkah keluar dari salah satu bangunan yang telah selesai diperiksa, laki-laki setengah baya itu menghela napas berat. Tarikan wajahnya menyiratkan kelesuan. Memang, laki-laki tinggi besar ini merasa lelah bukan kepalang, baik lahir maupun batin. Hampir semalam suntuk dia bersama pemuda yang kalau dilihat dari ciri-cirinya adalah Dewa Arak itu memeriksa seisi bangunan. Harapannya akan didapatkan sebuah petunjuk. Tapi, ternyata semuanya nihil. Tidak ada satu pun petunjuk yang didapatkan.

"Bagaimana, Kang? Rasanya semua bangunan sudah diperiksa. Tapi, tak satu pun petunjuk yang diperoleh," celetuk Arya seraya menatap wajah laki-laki setengah baya yang tak lain dari Adipati Blambang yang bernama Subali.

"Aku juga bingung, Arya," sambut Adipati Subali bernada keluhan. "Entah, dari mana lagi aku harus menyingkap teka-teki yang menyelimuti Rara Kunti." Arya tidak menyahuti ucapan itu. Dan Adipati Subali pun tidak meneruskan ucapannya lagi. Maka, suasana jadi hening. Masing-masing pihak tenggelam dalam alun lamunan.

Sambil menghela napas panjang, Adipati Subali mengedarkan pandang. Tapi ketika kedua bola matanya tertumbuk pada pot-pot tanaman dia terjingkat kaget. Meskipun tidak memperhatikan, tapi sudut mata Arya melihat gerakan mendadak laki-laki tinggi besar itu. Sudah bisa diperkirakan ada sesuatu yang mengejutkan harinya. Hanya saja Arya tidak ingin bertindak lancang. Sikapnya seperti berpura-pura tidak tahu. Barangkali saja hal itu tidak boleh diketahuinya.

"Masih ada harapan, Arya," ungkap Adipati Subali sambil menoleh Dewa Arak disertai sinar mata penuh harap.

"Mengapa kau berkata demikian, Kang?" tanya Arya ingin tahu.

"Ada sebuah ruang rahasia. Tepatnya lagi, sebuah tempat persembunyian. Di... ah! Lebih baik kutunjukkan saja tempatnya, Arya. Mari." Lalu Adipati Subali bergegas menuju pot-pot kayu yang terletak beberapa tombak di hadapannya. Dewa Arak pun mengikuti di belakangnya.


Daftar Episode Lengkap:

Disqus Comments