Tugas Rahasia -- Gan K H
Baca Online Tugas Rahasia -- Gan K H
Cersil Tugas Rahasia -- Gan K H
Mega mendung, cuaca buruk, dan hawa lembap. Dalam keremangan yang kelabu ini, Kim-hou-po (Benteng Macan Emas) yang terbuat dari susunan batu bata kelabu itu kelihatan seram, misterius, dan diliputi warna beku.
Benteng besar itu didirikan di atas dataran tinggi dengan pagar tembok dua tombak tingginya, panjangnya mencapai puluhan li. Dari luar, tiada orang pernah melihat bagaimana keadaan di dalam benteng, kecuali burung yang terbang di udara. Kenyataannya, di udara atas benteng Macan Emas ini tidak kelihatan ada burung yang terbang melintas. Maklum, sekitar benteng adalah tanah tandus, sepucuk pohon pun tiada. Karena tiada pepohonan sebagai tempat pijakan dan membuat sarang, maka jarang ada burung yang terbang di sini.
Benteng itu memang mirip iblis raksasa yang sedang mendekam di atas sebuah bukit rendah. Kecuali warna kelabu, seluruh benteng itu hanya dihiasi dua kepala harimau besar yang terbuat dari emas murni; dua kepala harimau yang dipasang di atas pintu gerbang dengan menggigit dua gelang besar yang terbuat dari emas pula. Gelang emas itu sebesar lengan bayi, beratnya pasti seratusan kati. Sementara kepala harimau itu ada orang yang pernah menaksir beratnya mencapai tiga ribu kati.
"Dalam dunia persilatan (Bulim) sering terjadi pertikaian mematikan hanya lantaran belasan tahil emas. Tapi ribuan kati emas murni yang berbentuk kepala harimau ini menjadi pajangan pintu, entah sudah sekian tahun lamanya berada di sana tanpa ada yang berani mengusiknya."
Banyak orang yang lewat di daerah ini, dari jauh sudah melihat adanya warna kuning kemilau dari kepala harimau dan gelang besar yang tergigit di mulutnya, selamanya takkan ada yang berani menyentuhnya. Kim-hou-po boleh dikata merupakan benteng yang paling misterius di Bulim.
Begal besar atau perampok yang paling ganas, bila sudah kepepet karena tiada tempat berpijak dan takut diburu hukum, jalan satu-satunya pasti akan masuk ke Kim-hou-po. Demikian pula bagi seorang insan persilatan yang diburu musuh besarnya, keluarga terbunuh habis, padahal kekuasaan musuh besarnya tersebar luas di empat penjuru, demi menyelamatkan jiwa, terpaksa dia pun masuk ke Kim-hou-po.
Bagi setiap insan persilatan yang punya hobi belajar silat dan menuntut ilmu yang lebih tinggi, setelah gagal dalam usahanya mengembara di Kangouw, akhirnya dia pun akan pergi ke tempat ini. Pokoknya setiap insan persilatan bila menemukan jalan buntu, entah karena persoalan apa, demi mencapai cita-citanya, secara langsung dia akan teringat pada Kim-hou-po. Tapi ada apakah sebetulnya di dalam sana?
Tiada orang bisa menjelaskan karena tiada seorang manusia pun yang sudah masuk ke dalam Kim-hou-po pernah keluar pula dan muncul di kalangan Kangouw. Di dalam sana mungkin mereka hidup senang, atau mungkin sudah lama mati... hakikatnya tiada orang yang tahu.
Sudah tiga hari tiga malam Ciong Tay-pek mendekam dalam lubang galiannya di tanah berdebu di padang belukar, setengah li jauhnya di utara Kim-hou-po. Untuk mendekam di dalam lubang galian seperti kelinci selama itu sudah tentu bukan pekerjaan yang enteng dan segar, kalau tidak mau dikatakan merupakan siksaan. Tapi Ciong Tay-pek justru kuat bertahan.
Selama tiga hari tiga malam itu, dia jarang tidur. Seluruh waktunya dihabiskan untuk memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik Kim-hou-po. Namun, pintu gerbang benteng besar itu hakikatnya tidak pernah terbuka barang sekejap pun. Di bawah kaki bukit di mana benteng raksasa itu berdiri, dibangun dua deret rumah batu yang memelihara banyak kuda perang berserta orang-orang yang merawatnya.
Bila kebetulan arah angin berhembus ke utara, dari tempat persembunyiannya Ciong Tay-pek sering mendengar ringkik kuda, kadang kala didengarnya pula gelak tawa orang. Ia melihat bayangan orang-orang berseragam hitam dengan tutup kepala hitam pula. Mereka sering menunggang kuda secara rombongan, membedal di tanah tandus pegunungan dan menimbulkan kepulan debu kuning.
Pagi hari keempat, akhirnya Ciong Tay-pek melompat keluar dari lubang galiannya. Ia adalah seorang pemuda berperawakan kurus dengan pakaian yang compang-camping. Baju yang sudah rombeng itu tidak dapat membungkus badannya yang kurus, sehingga kelihatan di depan dadanya dihiasi sebuah tato biru berbentuk seekor kupu-kupu besar.
Walau badannya kurus, tapi wajahnya menampilkan sikap tegas. Sorot matanya tajam penuh tekad, seolah-olah tiada suatu kekuatan apapun di dunia ini yang dapat mencegah dia melakukan sesuatu bila dia sudah bertekad. Setelah berdiri, dia menepuk badan membersihkan debu yang melekat, lalu melangkah lebar ke depan.
Hari ini cuaca cerah ceria. Semakin jauh dia beranjak, kepala harimau dan gelang emas di atas pintu gerbang Kim-hou-po semakin menyolok mata. Begitu memegang gelang emas di sebelah kiri, dan sebelum mengetukkannya, terdengarlah suara serak yang berat dari dalam: "Tunggu."
"Suara itu kedengarannya menggelegar laksana guntur yang menyelinap keluar dari celah-celah pintu, hingga badan Ciong Tay-pek bergetar."
Dengan sekuat tenaga menekan debar jantungnya, Ciong Tay-pek berseru mantap, "Cayhe (aku yang rendah) Ciong Tay-pek, ingin mencari perlindungan di Kim-hou-po. Jikalau diterima, selama hidup ini rela bekerja dan setia bagi Hou-pocu!"
Suara serak itu membalas dengan volume yang mendengung di telinga, "Kim-hou-po tidak pernah menolak kedatangan siapapun. Tapi harus diketahui, bila gelang emas di atas kepala harimau diketuk, pintu gerbang terbuka, maka kau harus masuk. Setelah masuk, kecuali memperoleh izin dari Pocu, selama hidup siapapun dilarang meninggalkan benteng ini."
Jari jemari Ciong Tay-pek yang memegang gelang emas berkeringat dingin. Namun tanpa bimbang ia menjawab lantang, "Aku tahu!"
Begitu pintu dibuka, ia melangkah masuk ke lorong panjang yang sempit. Mulailah perjalanannya mengemban tugas rahasia ke dalam benteng misterius ini. Ia diuji oleh seorang gadis jelita yang menggunakan ilmu sihir Ja-li-bi-hun, dan bertemu tokoh-tokoh besar masa lalu yang disangka sudah mati, termasuk melihat kehebatan Jit-sing-to (Golok Tujuh Bintang), golok sakti nomor satu di kolong langit yang ternyata hanya dijadikan mainan buangan di dalam benteng ini.
Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Kim-hou-po? Mampukah Ciong Tay-pek memecahkan misteri batu ke-365 dan menemukan benda incarannya tanpa meregang nyawa di tangan penjaga bayangan?