Dewa Arak 52 Manusia Kelelawar
Cersil Dewa Arak 52 Manusia Kelelawar
Baca Online Dewa Arak 52 Manusia Kelelawar
Ikuti update cerita silat terbaru dan berdiskusi dengan ribuan penggemar cersil klasik lainnya melalui Grup Facebook Komunitas Cerita Silat Nusantara.
Sinopsis Lengkap & Tempat Baca Online Terpercaya
"Ha ha ha...!" Tawa keras menggelegar menguak kesunyian pagi. Suara tawa yang panjang dan hampir tidak putus-putus itu menggetarkan dedaunan di sekitarnya. Ada nada kegembiraan yang sangat meluap-luap di dalamnya, mencerminkan kepuasan batin yang mendalam dari sang pemilik suara misterius tersebut.
Suara mengerikan itu berasal dari salah satu di antara sekian banyak goa tersembunyi yang terdapat di lereng timur Bukit Kematian. Sebuah bukit angker yang sangat jarang didatangi oleh orang biasa maupun kaum pengelana dunia persilatan karena reputasinya yang menyeramkan.
Setiap orang yang nekat datang ke sana dipastikan tidak akan pernah kembali lagi ke dunia luar dengan selamat. Mungkin itulah sebabnya bukit tersebut dinamakan Bukit Kematian oleh masyarakat luas di sekitar wilayah pegunungan itu.
Menurut cerita lisan yang tersebar luas di rimba persilatan, di sekitar wilayah Bukit Kematian banyak sekali terdapat tempat-tempat rahasia yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa. Mulai dari rawa lumpur hidup yang bisa menelan tubuh manusia dalam sekejap, serta jalan-jalan setapak yang membingungkan laksana labirin alam.
Bagi Anda penggemar berat kisah petualangan pendekar pengelana berilmu tinggi, jangan lewatkan juga kesempatan untuk menikmati mahakarya kisah silat lainnya yang tak kalah menegangkan melalui tautan resmi Dewa Arak 45 Misteri Raja Racun yang telah tersedia untuk dibaca secara penuh.
Semua rintangan alam itu terhampar luas di antara hamparan padang rumput ilalang setinggi satu setengah tombak yang lebat. Padang ilalang tersebut menyembunyikan ancaman mematikan berupa ular-ular beracun purba dan ribuan jenis serangga berbisa yang siap merenggut nyawa.
Semua kengerian itu sebenarnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari ribuan bahaya yang menghadang perjalanan melelahkan menuju jantung Bukit Kematian. Tak aneh jika tempat itu begitu ditakuti, bahkan oleh tokoh-tokoh persilatan tingkat tinggi yang memiliki ilmu meringankan tubuh yang mumpuni.
Sedangkan bagi penduduk desa yang bermukim di sekitar kaki pegunungan tersebut, Bukit Kematian dipandang sebagai wilayah keramat yang tidak boleh diusik sama sekali. Mereka percaya sepenuhnya bahwa bukit angker itu dihuni oleh berbagai macam makhluk halus penunggu hutan purba.
Oleh karena mitos yang kuat tersebut, tidak ada seorang pun penduduk setempat yang berani menginjakkan kaki di sana, meskipun hanya untuk sekadar mencari kayu bakar di pinggiran hutan terluar. Ketakutan inilah yang menjaga kerahasiaan tempat itu selama puluhan tahun.
Namun, tepat pada pagi hari yang cerah ini, kesunyian abadi bukit tersebut terkoyak oleh gelak tawa yang sarat akan getaran tenaga dalam murni. Getaran suara tawa itu begitu kuat sehingga mampu merontokkan butiran embun pagi yang menempel subur pada dedaunan pohon-pohon besar di mulut goa.
Siapakah sebenarnya sosok misterius yang berada di dalam goa gelap tersebut? Mengapa tawa kebahagiaannya terdengar begitu menakutkan sekaligus memancarkan hawa pembunuhan yang luar biasa dingin?
Perlahan-lahan dari kegelapan dalam goa, muncul sepasang mata yang bersinar merah laksana bara api yang ditiup angin. Sepasang mata itu menatap tajam ke arah luar, memandang hamparan lembah hijau yang membentang luas di bawah bukit dengan pandangan penuh aura ketamakan dan ambisi besar.
Ternyata, sosok tersebut tengah mempersiapkan sebuah rencana besar yang akan mengguncang seluruh sendi-sendi dunia persilatan tanah Jawa. Rencana rahasia yang melibatkan kekuatan kuno yang telah lama lenyap dari muka bumi, kekuatan mistis yang bersumber dari kegelapan malam.
Dengan kekuatan barunya, ia merasa tidak akan ada satu orang pun pendekar dari golongan putih yang sanggup menandingi kehebatan jurus-jurus mautnya. Bahkan, nama besar para sesepuh rimba persilatan pun dipandangnya sebelah mata, seolah-olah mereka hanyalah semut kecil yang siap diinjak kapan saja.
Kisah luar biasa ini akan membawa kita mengikuti liku-liku pertarungan strategi, intrik berdarah, dan pembuktian sejati tentang arti dari keadilan dan kesetiaan di tengah kerasnya kehidupan rimba persilatan yang tak kenal ampun bagi mereka yang lemah dan lengah.