Pendekar Bego -- Can
Baca Online Pendekar Bego -- Can
Cersil Pendekar Bego -- Can
Restorasi Visual Sampul & Naskah Otentik
Satu-Satunya Ulasan Lengkap & Akses Baca Online Terintegrasi
Selamat datang di portal baca cersil terpercaya! Karya klasik Pendekar Bego karangan Can merupakan salah satu karya sastra persilatan yang memiliki kemiripan alur cerita dengan serial Si Dungu saduran Chung Sin. Namun, keunikan penokohan dan dinamika intrik di dalamnya menjadikan kisah ini amat istimewa bagi para pencinta dunia persilatan.
Bagi para pengagum karya klasik legendaris lain seperti petualangan Dewa Arak, Anda juga dapat membaca koleksi lengkapnya melalui tautan serial Dewa Arak Episode Pembalasan Dari Liang Lahat yang disajikan secara eksklusif dan rapi.
Cuplikan Eksklusif: Misteri Pembantaian Li Keh Ceng & Aksi Ciong Lay Su Shia
HUJAN DERAS menimpa sebuah jalan pegunungan yang berlumpur, air yang deras membuat jalan jadi becek dan sukar dilewati. Tanah perbukitan di propinsi Su Cusu memang tersohor karena sulitnya untuk dilewati, sebuah jalan kecil yang meliuk-liuk terbentang jauh ke depan, menghubungkan tempat itu dengan Kiam Bun Kwan, selewatnya Kwan Bun Kwan, orang akan sampai di Kiam Khek.
Seorang laki-laki bercaping lebar sedang melakukan perjalanan melalui jalan becek itu, hujan sangat deras, cuaca amat berkabut. Orang itu menengadah dan memandang sekejap ke depan. Usianya masih sangat muda, baru dua puluh tahunan, sayang tampangnya jelek, mulutnya moncong keluar seperti mulut babi, hidungnya pesek, matanya menongol keluar dengan kening yang sempit. Cuma, dia mempunyai sepasang mata yang menawan, sinar mata yang jujur membuat orang menaruh kesan baik kepadanya.
"Tidak keburu, tidak keburu, aai.... tak akan sampai ke tempat tujuan, celaka, bagaimana baiknya?" berulang kali ia bergumam sendiri sementara kakinya tak pernah berhenti berjalan.
Pemuda itu bernama Ong It Sin, keponakan dari hartawan terkemuka Gin Sin (Dewa Perak) Li Liong dari perkampungan Li Keh Ceng. Dalam perjalanannya berteduh di sebuah kuil tua bobrok, ia menemukan pemandangan mengerikan: tiga orang tamu perkampungan Li Keh Ceng tewas mengenaskan dengan kulit muka disayat hingga tinggal daging merah membara!
Bencana tak berhenti di situ. Di tengah kegelapan malam, bermunculan sosok-sosok mengerikan bergaun putih serta wanita berambut panjang mengurai hingga pinggang. Mereka adalah kelompok iblis legendaris yang kembali bangkit dari kegelapan: Ciong Lay Su Shia (Empat Sesat dari Ciong Lay)!
Pertarungan Berdarah Dua Bersaudara Lu
Dua jagoan perkampungan, Lu Giok Hong dan Lu Giok Im dari perguruan Kun Lun Pay, mencoba menghadang wanita berambut panjang tersebut. Senjata pisau terbang berantai dan ruyung lemas dikeluarkannya dengan kecepatan kilat. Namun, kehebatan ilmu silat wanita cantik bertampang pucat bak mayat itu di luar nalar. Ruyung lemas yang melilit tumitnya justru dipakai untuk membalikkan tenaga gempuran!
"Plaaak! Plaaak!" Pergelangan tangan Lu bersaudara hancur, diikuti sambaran telapak tangan yang menghantam dada hingga jiwa mereka melayang seketika. Kulit muka mereka pun disayat sebagai ancaman pembantaian massal!
Ong It Sin yang polos dan ketakutan lari kembali ke Li Keh Ceng membawa bungkusan berisi potongan kulit muka korban. Namun karena tabiatnya yang dianggap goblok dan suka igau, tidak ada yang memercayainya hingga api pembakaran mengepung seluruh lembah Li Hu Kok!
Di tengah kobaran api yang memusnahkan perkampungan megah tersebut, hadir tokoh-tokoh besar persilatan seperti Long Tiong Tayhiap Coa Thian Tam (salah satu dari Ih Lwe Su Eng) dan Ping Sin Ou Wi Hi (Dewa Penyakitan dari Tiong Lam Pay). Mereka menyadari bahwa bahaya sesungguhnya adalah kemunculan kembali tokoh iblis nomor satu: Say Siu Jin Mo (Manusia Iblis Berkepala Singa).
Bagaimanakah nasib pemuda jujur Ong It Sin yang dianggap tolol ini saat berhadapan dengan tokoh sakti berkepala besar berambut kuning? Mampukah Dewa Perak Li Liong mempertahankan keselamatan keluarganya dari kepungan Ciong Lay Su Shia? Ikuti kisah selengkapnya melalui episode-episode resmi di bawah ini!